Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan

Senin, 01 April 2013

9 Kebudayaan Jepang Yang Paling Unik dan Gila

Jepang selalu memiliki hal yang unik. Tak heran dalam sekitar 10 tahun terakhir ini, penggemar negeri Matahari Terbit ini semakin meningkat. Tidak hanya karena lingkungan dan kehidupan di sana, namun sampai bagian kebudayaannya.
Masyarakat Jepang dikenal memiliki selera budaya dan fashion yang unik. Di mana mereka tak segan-segan memilih pakaian dan gaya penampilan yang aneh bahkan cenderung gila untuk kalangan Jepang itu sendiri.

Dengan kebanyakan terinspirasi pada karya anime dan manga, generasi muda Jepang memperlihatkan style fashion unik yang jadi kiblat di dunia internasional. Meskipun industri K-Pop kini begitu booming, namun penggemar setia kebudayaan Jepang masih sangat tinggi.

Kira-kira apa kebudayaan Jepang yang bahkan dianggap gila dan unik bahkan oleh masyarakat Jepang sendiri?

1. Harajuku Style

 

Harajuku style adalah induk dari seluruh fashion unik Jepang saat ini. Berpusat pada area sekitar stasiun kereta api Harajuku, banyak generasi muda Jepang menampilkan fashion unik yang berbeda dan tetap trendy. Seakan kawasan Harajuku menjadi catwalk raksasa dan pusat perhatian dunia.
Bahkan kini fashion Harajuku sudah memiliki begitu banyak produk dan clothing brand yang sampai dijual di Eropa dan Amerika Serikat. Pakaian, tata rambut sampai make up yang berbeda, membuat Harajuku style semakin populer. Apakah kamu termasuk penggemarnya?

2. Dekotora

 

Jika supir truk di Indonesia mungkin lebih senang menggambar bak truk dengan sosok wanita dan tulisan menggelitik seperti 'Kutunggu Jandamu' atau 'Tak Pulang Tak Ada Uang', maka supir truk di Jepang menghabiskan waktu (dan uang mereka) untuk mendekorasi truk.
Dikenal dengan nama Dekotora (kombinasi kata bahasa Inggris 'decoration' dan 'truck'), mereka membuat truk dihiasi lampu sampai kotak-kotak desain super rumit. Tata cahaya terang, terutama di malam hari pasti membuat Dekotora menjadi bahan perhatian. Bagaimana jika tukang antar paket kilat memiliki alat transportasi seperti ini?

3. Gyaru

 

Berasal dari kata bahasa Inggris, 'gal', gyaru adalah mereka gadis-gadis muda yang mewarnai rambut mereka dengan nuansa perak dan pirang serta make up yang memberikan kesan kulit lebih gelap namun colorful. Penganut style Gyaru lebih sering menampilkan kesan seksi mereka. Gyaru sendiri memiliki banyak macam style.
Salah satunya adalah kogyaru, di mana gadis-gadis SMA di Jepang tampil dengan seragam sekolah seksi dan mewarnai rambut jadi pirang. Lalu ada ganguro, mereka yang memakai riasan gelap, bibir putih dan stiker warna-warni di wajah. Yang lebih gila lagi adalah Yamanba, di mana para gadis Jepang tampil dengan dandanan konyol dan aksesoris penuh warna yang kontras dengan riasan gelap.

4. Lolita

 

Memakai rok, gaun dengan kerah tinggi, topi dan payung berbulu adalah salah satu ciri khas style Lolita. Seakan sekumpulan gadis ini adalah lulusan sekolah sutradara film Tim Burton dari jaman Victoria.
Style Lolita kini bahkan sudah berkembang ke Gothic Lolita, masih dengan rok-rok lebar, hanya Gothic Lolita dominan warna hitam. Style Lolita timbul dari penolakan para gadis di Jepang di mana para pria berpikir bahwa gadis cantik itu harus berpakaian super seksi. Sehingga Lolita lebih mengedepankan pakaian anggun dan kesan cute dari trend fashion 200 tahun lalu.

5. Kawaii - Decora

 

Kawaii merupakan bahasa Jepang yang diartikan bebas menjadi cute (imut). Kawaii - Decora menjadi salah satu aspek Harajuku style paling populer. Di mana mereka penganut fashion ini tampil dengan pakaian dan make up style untuk anak-anak kecil.
Dengan warna-warna pastel, penganut Kawaii tampil layaknya anak-anak imut. Sementara Decora adalah style fashion yang mengedepankan pemakaian aksesoris lucu dan unik.

6. Male Hosts

 

Jika Gyaru style lebih dipakai kalangan perempuan, maka Gyaruo style dipilih oleh generasi muda pria di Jepang. Memakai pakaian mahal, parfum mahal, dan tata rambut ala eksekutif muda, Gyaruo identik dengan pria muda yang menghabiskan waktu di klub bersama perempuan lebih tua.

7. Yankii

 

Mereka yang menganut Yankii style adalah sekelompok orang yang mewarnai rambut menjadi pirang dan oranye. Pilihan hidup kalangan Yankii juga cukup bebas, cuek dan terkadang tidak mengikuti aturan yang berlaku.
Sudah lama Yankii dianggap sebagai 'hantu' dalam kebudayaan modern Jepang. Dimulai di akhir era 80-an, Yankii lebih dikenal sebagai style punk Jepang yang tak menjalani hidup bebas dan menerobos paradigma.

8. Visual Kei

 

Jika Korea Selatan memiliki style K-Pop yang imut dan manis, maka Jepang memiliki Visual Kei yang begitu keren. Visual Kei dianggap banyak orang sebagai gerakan dari musisi rock Jepang (JRock) yang tampil dengan kostum, make up, tata rambut eksentrik yang terkadang berkesan androgini.
Visual Kei telah mempengaruhi gaya busana di kawasan Harajuku, terutama bagi mereka yang berkumpul di Jingu Bashi (jembatan yang menghubungkan Harajuku dengan Meiji Shrine). Salah satu band pengusung Visual Kei paling populer di dunia adalahL'Arc~en~Ciel.

9. Cosplay

 

Cosplay merupakan singkatan dari Costume Play. Salah satu subkultur Harajuku yang berpakaian ala karakter manga, anime, dan game di Jepang. Di kawasan Akihabara, Tokyo, bahkan ada cafe Cosplay tempat berkumpul penggemar style ini.
Bahkan kini event Cosplay juga sudah diapresiasi sampai di luar negeri. Toko-toko penjual aksesoris Cosplay juga bisa kita temukan di berbagai daerah modern. Mereka yang berpakaian Cosplay seakan karakter yang timbul langsung dari Inuyasha, Naruto, Bleach, sampai Final Fantasy.


sumber

Ikuti UNIK ASIIK di Facebook dan Twitternya disini
http://darmawanku.files.wordpress.com/2009/07/twitter-logo.png?w=121&h=35

Rabu, 27 Maret 2013

5 Festival Perayaan Kematian di Dunia

Selama ini orang hanya mengetahui Halloween salah satu acara memperingati kematian, bangkitnya para hantu, dan arwah. Biasanya warga dunia merayakannya dengan memakai kostum menyeramkan, namun seiring berkembangnya waktu menjadi unik dan tidak biasa seperti kostum robot atau tokoh kartun.
Ternyata merayakan kematian bukan milik Halloween saja. Di beberapa negara ada festival kematian diperingati saban tahun atau ada hal tertentu. Dilansir dari listverse.com, setidaknya ada lima parade untuk mengingat peristiwa berakhirnya hidup.
Seperti apa perayaan itu? Berikut ulasannya.

1. Famadihana, Madagascar


Madagascar memang tidak mempunyai waktu khusus untuk memperingati sebuah kematian. Namun ada perayaan bernama Famadihana yakni membongkar sebuah makam. Jenazah dalam kuburan diangkat dan dikenakan kain sutera lalu diarak keliling pemakaman bersama musik pengiring.

Tradisi ini datang dari penganut keyakinan Malagasy. Para penganut keyakinan ini percaya ruh orang mati tidak dapat kembali ke alam baka sebelum tubuhnya menjadi busuk. Tiap tujuh tahun sekali, mayat diangkat, dibungkus ulang, lalu dimasukkan kembali ke liang lahat bersama pesta besar-besaran. Perayaan ini melibatkan keluarga si jenazah.

2. Festival hantu lapar, China


Festival hantu lapar dirayakan warga China setiap malam ke-15 bulan ketujuh dalam kalender China. Bulan ini dikenal dengan bulannya para setan dan dipercaya arwah, jin, hantu bangkit dari alam kubur.

Selama bulan itu, semua keluarga di China wajib mengosongkan satu kursi dalam meja makan atau di ruang keluarga untuk mengingat mereka telah tiada. Mereka juga membakar uang kertas selama festival berlangsung. Setelah perayaan berakhir, para warga China menuntun hantu kembali ke bawah tanah dengan menlarungkan lentera berbentuk bunga teratai di sungai atau danau.

3. Lemuria, Italia


Lemuria merupakan tradisi Roma kuno untuk mengusir roh jahat nenek moyang dari sebuah rumah. Setiap tempat tinggal harus dibersihkan oleh kepala rumah tangga dengan bangun tengah malam dan membasuh tangannya tiga kali. Lalu berjalan-jalan tanpa alas kaki ke sekeliling rumah sambil melemparkan kacang hitam dari atas bahu sebanyak sembilan kali. Dia juga merapal mantra ‘jadikan kacang ini sebagai penebus bagi saya dan nenek moyang saya’.
Ritual ini masih banyak dilakukan orang-orang Italia hingga saat ini.

4. Hari Raya Kematian, Meksiko


Hari Raya Kematian di Meksiko diadakan tiap dua hari awal November dan ini sudah masuk dalam rangkaian libur di negara itu. Perayaan ditandai dengan patung-patung tengkorak berada di tempat umum se-antero negara itu.

Hari raya Kematian aslinya memperingati musim panen Suku Aztec, suku asli Meksiko. Sebulan penuh mereka merayakan persembahan untuk Dewi Mictecacihual, Dewi Kematian. Meski perayaannya dekat dengan Halloween namun peringatan ini lebih hangat. Banyak kegembiraan, nyanyian, dan dansa sepanjang malam.

5. Pitru Paksha, India


Festival Pitru Paksha merupakan tradisi Hindu di bulan Aswin dalam kalender agama itu. Perayaan berjalan selama dua minggu untuk memperingati ruh dan arwah nenek moyang serta pendahulu mereka.
Dalam mitologi Hindu saat arwah prajurit Karna mencapai surga, dia tidak menemukan apa-apa untuk dimakan selain emas. Karna memohon pada Batara Indra untuk diberikan makanan namun Indra menolak lantaran semasa hidup Karna tidak pernah memberikan makanan pada leluhurnya. Akhirnya, dia membuat kesepakatan dengan Indra agar diturunkan ke bumi selama dua minggu untuk memberikan air dan makanan pada semua orang.

Sumber

Ikuti UNIK ASIIK di Facebook dan Twitternya disini
http://darmawanku.files.wordpress.com/2009/07/twitter-logo.png?w=121&h=35

6 Festival Seru di Dunia

APAKAH Anda jenuh denga jenis wisata alam atau jenis wisata lain yang hanya begitu-begitu saja? Cobalah sesuatu yang lain yang mampu memberi warna berbeda bagi acara liburan Anda.

Sejumlah negara di dunia ini memiliki acara-acara unik yang melibatkan begitu banyak orang yang umum disebut parade atau festival. Semula, acara-acara ini diselenggarakan untuk merayakan hari-hari tertentu di samping, tentu saja, untuk memberikan kesenangan bagi penduduknya. Namun kemudian, acara ini juga dimanfaatkan untuk menarik perhatian wisatawan demi mendulang dolar dari sektor pariwisata.

Mengutip data dari berbagai sumber, termasuk femalefirst.co.uk, saat ini terdapat enam festival yang unik dan menarik, namun selalu berakhir dengan keadaan yang membuat pesertanya menjadi kotor, lokasinya menjadi amat berantakan, bahkan menimbulkan kebisingan luar biasa. Dan yang mengejutkan, wisatawan pun terlibat dalam acara "mengerikan" ini. Apakah keenam festival itu? Ini dia:

1. La Tomata Festival


Festival ini diselenggarakan setiap Rabu terakhir di bulan Agustus, dan dilakukan selama sepekan. Lokasinya di kota Bunol, Valencia, Spanyol. Sekitar 30 km dari Mediterania.

Festival ini bermula ketika pada 1945 di kota itu diselenggarakan parade gigantes y cabezudos yang diikuti para pemuda setempat. Parade yang diselenggarakan di Plaza del Pueblo, alun-alun Kota Bunol ini, mempertontonkan aksi "adu jotos" para pemuda itu. Saat parade berlangsung, di dekatnya ada sayuran dengan tomat di antaranya. Tanpa pikir panjang, para peserta itu mengambil tomat dan melemparkannya satu sama lain. Parade pun kacau balau, sehingga polisi harus turun tangan menghentikannya. Namun peristiwa itu justru menjadi inspirasi warga kota, maka lahirlah Tomatina Festival.

Jika Anda ingin ikut terlibat, jangan lupa siapkan pakaian ganti dan obat-obatan, karena festival ini akan membuat sekujur tubuh Anda "berdarah" karena dilempari tomat. Bahkan tak sedikit peserta yang terluka akibat jalanan di lokasi festival yang menjadi licin.

2. Holi Festival

 

Festival ini diselenggarakan di awal musim semi hingga selama 16 hari oleh umat Hindu di India, Bangladesh, Pakistan, dan Nepal. Di India, tahun ini Holi Festival diselenggarakan pada bulan Maret.

Holi Festival berakar dari kisah dalam agama Hindu, dimana dalam Vaishnavism disebutkan kalau ada seorang raja setan yang agung yang diberi anugerah oleh Dewa Brahma, sehingga tak dapat mati. Namanya Hiranyakasipu. Karena anugerah ini, Hiranyakasipu menjadi sombong. Dia meminta semua umat Hindu agar tak lagi menyembah dan menghormati dewa-dewa, namun harus menyembah dan hormat kepadanya.

Prahlada, anak Hiranyakasipu, menolak kesombongan ayahnya itu, dan tetap memuja Dewa Wishnu. Hiranyakasipu marah sekali. Apalagi karena meski telah dihasut dan diancam, Prahlanda tetap menyembah Wishnu.

Hiranyakasipu kemudian mencoba membunuh anaknya itu dengan beragam cara, termasuk dengan meracuni dan membuatnya diinjak-injak gajah, namun tak berhasil. Ia lalu meminta Holika, adiknya yang juga tak bisa mati, untuk memangku Prahlada di atas tumpukan kayu yang akan dibakar. Tujuannya, tentu, akan membakar tubuh Prahlada, sehingga anaknya itu tewas. Namun yang justru terjadi adalah, api membakar Holika hingga tewas, sementara Prahlada tetap hidup. "Pengorbanan" Holikah inilah yang kemudian diapresiasi melalui Festival Holi.

Semula, Festival Holi hanya dirayakan oleh umat Hindu, namun setelah perayaan ini dijadikan sebagai salah satu objek wisata, pesertanya yang bisa mencapai ribuan orang tak lagi hanya umat Hindu, tapi juga wisatawan.

Dalam festival ini, peserta saling melemparkan bubuk berwarna-warni, sehingga warna tubuh mereka menjadi aneh karena memiliki banyak warna. Seru memang, tapi membuat mereka menjadi kotor. Begitupula lokasi dimana festival diselenggarakan.

3. Songkran Festival

 

Festival ini dirayakan pada Tahun Baru Tradisional Thailand yang dihitung berdasarkan kalender Thailand yang dimulai pada 1888 Masehi. Kalender ini berlaku hingga 1940, sehingga sampai tahun itu, tahun baru Thailand biasanya jatuh pada 1 April. Namun setelah itu, Thailand menggunakan kalender masehi yang berlaku di seluruh dunia, yang menetapkan bahwa tahun baru jatuh pada 1 Januari.

Songkran berasal dari bahasa Sansekerta, "samkaranti", yang secara harfiah dapat diartikan sebagai "bagian dari astrologi". Semula, hari perayaan festival ini ditentukan berdasarkan perhitungan astrologi, sehingga waktu penyelenggaraannya selalu berubah-rubah. Namun kini tidak lagi, sehingga festival dirayakan pada hari dan bulan yang sama, namun selalu pada hari dengan cuaca terpanas di Thailand, yang biasanya terjadi di penghujung musim kemarau antara tanggal 13 hingga 15 April. Mengapa demikian?

Jawabannya adalah, karena festival yang diselenggarakan di Kota Chiangmai ini merupakan festival dimana orang-orang saling menyiramkan air dengan menggunakan ember, gayung, pistol air atau balon, sehingga semua peserta basah kuyup.

Konon, tradisi yang telah diselenggarakan selama berabad-abad ini diadaptasi dari salah satu budaya di India. Maklum, seperti juga di India, penduduk Thailand kebanyakan juga berama Hindu. Filosofinya adalah, untuk membersihkan pikiran, tubuh dan jiwa.

4. La Batalla Festival

 

Festival ini diselenggaralan di Kota Haro di kawasan Rioja, Spanyol utara, pada hari Santo Pelindung San Pedro pada 29 Juni. Dikenal juga dengan nama Battle of Wine.

Festival yang dimulai pukul 07:00 pagi melibatkan para orang tua dan anak muda yang diwajibkan mengenakan kemeja atau kaos putih yang dilengkapi syal merah. Selain itu, mereka juga wajib membawa kendi, botol, dan jenis wadah yang lain yang telah diisi anggur merah.

Festival ini dipimpin oleh walikota Haro yang duduk di atas kuda. Setelah acara dibuka, peserta yang berjumlah ratusan, bahkan ribuan orang, menumpahkan anggur yang mereka bawa ke tubuh peserta lain hingga anggur yang mereka bawa tak bersisa. Tentu, mereka menjadi basah kuyup dan warna pakaian yang dikenakan pun berubah kemerahan. Acara diakhiri dengan berdansa, makan bersama, dan minum anggur.

5. Pillow Festival 

 

Festival ini diselenggarakan setiap April di Amsterdam, Brasil, London dan Shanghai. Pesertanya berkumpul di sebuah lokasi dengan masing-masing satu bantal di tangan. Begitu acara dimulai, para peserta saling memukul dengan bantal yang mereka bawa.

Pukulan harus kuat dan berulang-ulang hingga bantal seobek dan isinya berhamburan mengotori pakaian peserta dan lokasi festival.

6. Tintamarre Festival

 

Festival yang diselenggarakan setiap Agustus di Kanada ini tidak membuat peserta dan lokasi tempat festival diselenggarakan menjadi kotor, namun membuat mereka dan juga para penontonnya mengalami kebisingan yang sangat akibat alat bebunyian yang digunakan.

Tintamarre berasal dari tradisi rakyat Kanada keturunan Acadian pada pertengahan abad 20, dan diselenggarakan untuk merayakan The National Acadian Day. Konon, festival ini terinsiprasi oleh tradisi kuno rakyat Perancis, karena tintamarre sendiri dalam bahasa Perancis berarti Acadian yang berarti "bunyi berdering" atau "din".

Selama festival, peserta berdandan dan melukis wajah mereka sedemikian rupa, sehingga mirip badut atau karakter-karakter kocak dan aneh lainnya. Selain itu, mereka membawa peluit, gergaji, alat musik dan alat-alat lain yang dapat menimbulkan suara bising.

Bagi Anda yang tak suka kebisingan, festival ini mungkin memuakkan. Tapi bila Anda yang menyukai hal-hal yang seru, festival ini bisa menjadi salah satu alternatif objek liburan Anda.


sumber

Ikuti UNIK ASIIK di Facebook dan Twitternya disini
http://darmawanku.files.wordpress.com/2009/07/twitter-logo.png?w=121&h=35

Selasa, 26 Maret 2013

Fakta Unik dan Sejarah Mengenai Seragam Sekolah di Jepang

Seragam berwarna merah putih, tiru tua –putih dan abu” putih adalah seragam yang sering di gunakan di Indonesia. Walaupun kini banyak sekolah-sekolah swasta dan international dengan seragam berbagai corak, modal dan warna, namu belom ada yang mampu menyangi kepopuleran seragam sekolah negri. Lantas bagaimana dengan seragam sekolah Jepang itu sendiri?

Apakah mereka meiliki seragam sekolah nasional juga? Seperti apa dan bagaimanakah seragam sekolah yang dikenakan para remaja Jepang?

Sejarah Singkat



Seragam sekolah atau seifuku(制服, mulai hadir di Jepang lebih dari seratus tahun lalu, tepatnya pada era Meiji. Menurut museum Seragam Tombow awalnya seragam sekolah hanya berupa kombinasi kimono formal, kemeja dan hakama guna meningkatkan wibawa para siswa.
Namun seiring kemajuan jaman, budaya barat masuk dan setelah hakama pun di ganti dengan jas gakuran serta celana panjang hitam atau biru tua. Model jas seragam gakuran(学ラン terinspirasi dari seragam militer. Seragam itu memiliki kerah yang tinggi dan kakuserta kancing logam hingga ke bagian leher. Kalau di perhatikan seperti “perkimpoian” anatara seragam marching band dan kostum Men In Black ?

Sailor Girl



Nah, barulah di tahun 1920 para siswa Jepang (tepatnya di kota Fukuoka) mulai mengenakan sergambergaya pelaut seperti yang sering kita lihat saat ini. Seragam ini memiliki scarf berbentuk segitiga, kelepak di punggung dan di rok yang berpotongan rendah, terinspirasi dari sergam Angkatan Laut Inggris.
Rupanya sang kepala sekolah di SMU, Elizabeth Lee adalah yang aslinya bertempat tinggal di Inggris. Lagipula dia memilih karena pada saat itu AL Inggris di kenal yang terkuat di samudra.

Peran Seragam



Seragam juga berperan penting bagi pelajar Jepang menemukan cinta pertama. Saat di duduk di bangku SMP danSMU, cewek-cewek biasanya mendatangi cowok (pacar) mereka dan meminta kancing (dai-ni), yaitu kancing kedua dari atas jas seragam pelajar cowok yang di sukainya.
Kalau cinta cewe itu tidak bertepuk sebelah tangan, maka si cowok akan mencopot kancing jasnya lalu di berikan kepada cewek yang tadi “menembaknya”. Kenapa harus kancing kedua dari atas? Karena letaknya paling dekat dengan hati, jadi seolah-olah si cowok berkata,” kuberikan hatiku untuk mu”(so..sweet^^)

Seragam Trendy


Untuk beberapa murid dan orang tua yang sadar mode, seragam sekolah bias di gunakan sebagai gaya-gayaan sekaligus simbol kemakmuran. Perancang busana ternama Jepang seperti Hanae Mori bahkan pernah meluncurkan koleksi seragam sekolah untuk anak-anak orang kaya. Merekan terkenal Benneton juga bernita memebuat seragam sekolah khusus untuk seragam orang Jepang.







Diluar Gerbang Sekolah


Kalau kalian berkunjung ke Jepang (jangan lupa ajak2 ya^^), coba dech perhatikan sekeliling kalian. Seragam khususnya seragam pelaut pelajar putri bias dengan mudah dilihat dimana-mana. Mulai dari tokoh komik, film, papan iklan acara TV dan sebaginya.
Seolah –olah memiliki daya tarik tersendiri. Salah satu alasannya, mungkin bagi yang meilihat seragam-seragam itu memiliki nilai nostalgia akan masa remaja mereka yang serba menyenangkan. Jadi, kalau orang dewasa melihat anak-anak sekolah berseragam, katanya hati akan lebih gembira. Makanya banyak iklan disana yang menggunakan tokoh berseragam sekolah.


Lambang Keindahan
Kalau di Indonesia para pelajar maunya buru-buru melepaskan seragam sekolah dan berganti dengan pakain santai, maka di Jepang sebaliknya. Para pelajar di sana (terutama siswa Jepang) mengenakan seragam sekolah setiap saat, bahkan di hari libur sekalipun.
Whaaa….. nggk punya baju lagi ya?^^ Menurut sebuah artikel di harian New York Times, remaja-remaja Jepang sudah menyadari betul kalau keremajaan mereka memiliki nilai jual dan daya tarik tersendiri. Malah mereka menganggap kalau dengan seragam merekaakan terlihat jaul lebih cute (nggk semuanya cute tuh kayanya


sumber

Ikuti UNIK ASIIK di Facebook dan Twitternya disini
http://darmawanku.files.wordpress.com/2009/07/twitter-logo.png?w=121&h=35

Senin, 25 Maret 2013

Fakta Unik yang Hanya Ada Dinegara Jepang

Berikut ini adalah fakta dan hal-hal unik yang hanya akan kita temui di negeri Samurai ini. Mengapa? Karena di negeri lain tidak ada yang menyamai tentunya…

1. Di Jepang, angka “4? dan “9? tidak disukai, sehingga sering tidak ada nomer kamar “4? dan “9?. “4? dibaca “shi” yang sama bunyinya dengan yang berarti “mati”, sedang “9? dibaca “ku”, yang sama bunyinya dengan yang berarti “kurushii / sengsara”.



2. Orang Jepang menyukai angka “8?. Harga-harga barang kebanyakan berakhiran “8?. Susu misalnya 198 yen. Tapi karena aturan sekarang ini mengharuskan harga barang yang dicantumkan sudah harus memasukkan pajak, jadi mungkin kebiasaan ini akan hilang. (Pasar Yaoya tulisan kanjinya berbunyi happyaku-ya atau toko 800).



3. Kalau musim panas, sinetron di TV seringkali nampilin hal-hal yang berbau seram (hantu).



4. Drama detektif di TV, bunyi sirene (kyukyusha) biasanya muncul pada menit-menit awal. Di akhir cerita, sebelum perkelahian mati-matian biasanya penjahat selalu menceritakan semua rahasia kejahatannya.



5. Cara baca tulisan Jepang ada dua :

* sama dengan buku berhuruf Roman alphabet, huruf dibaca dari atas ke bawah.

* yang kedua adalah dari kolom paling kanan ke arah kiri, sehingga bagian depan dan belakang buku berlawanan dengan buku Roman alphabet (halaman muka berada di “bagian belakang”).



6. Kita (orang Indonesia) dan rekan-rekan dari Asia Tenggara lainnya umumnya kalau memperkenalkan diri (jiko-shokai) sering memulai dengan “minasan, konnichiwa” atau “minasan, konbanwa”. Mungkin ini karena kebiasaan bahasa Indonesia untuk selalu memulai pidato dengan ucapan selamat malam, dsb. Tapi ternyata janggal untuk pendengaran orang Jepang, karena mirip siaran berita di TV. Seharusnya dimulai dengan langsung menyebut nama dan afiliasi. Misalnya “Tanaka ken M1 no Anto desu….dst.”, tidak perlu dengan “Minasan..konnichiwa…”



7. Kesulitan pertama yang muncul dalam urusan administratif di Jepang, kalau ditanya nama keluarga anda apa ?, karena kita tidak ada keharusan di Indonesia dan beberapa negara Asia Tenggara untuk mencantumkan family name.



8. Kalau kita memperoleh undangan yang meminta konfirmasi hadir atau tidak, biasanya kita harus mengirimkan balik kartu pos. Salah satu manner adalah mencoret huruf ? pada pilihan : ??? /??. Juga mencoret akhiran ? pada nama kita yang tercantum sebagai pengirim pada kartupos tersebut. Ini adalah adat Jepang, agar kita selalu rendah hati, yang ditunjukkan dengan menghindari/mencoret ? dan ? pada kartu pos balasan.



9. Kalau kita membubuhkan tanda tangan, kadang akan ditanya orang Jepang : ini bacanya bagaimana ? Kalau di Jepang saat diperlukan tanda tangan (misalnya di paspor, dsb.) umumnya menuliskan nama mereka dalam huruf Kanji, sehingga bisa terbaca dengan jelas. Sedangkan kita biasanya membuat singkatan atau coretan/paraf sedemikian hingga tidak bisa ditiru / dibaca oleh orang lain.



10. Acara TV di Jepang didominasi oleh masak-memasak.



11. Fotocopy di Jepang self-service, sedangkan di Indonesia di-service.



12. Jika naik taxi di Jepang, pintu dibuka dan ditutup oleh supir. Penumpang dilarang membuka dan menutupnya sendiri.



13. Tanda tangan di Jepang hampir tidak pernah berlaku untuk keperluan formal, melainkan harus memakai cap (hanko/inkan). Jenis hanko di Jepang:

* jitsu-in, adalah inkan yang dipakai untuk keperluan yang sangat penting, seperti beli rumah, beli mobil, dsb. Jenis ini diregisterkan ke shiyakusho (di patenkan).

* ginko-in, adalah jenis inkan yang dipakai untuk khusus membuat account di bank. Jenis ini diregisterkan ke bank.

* mitome-in, dipakai untuk keperluan sehari-hari dan tidak diregisterkan.

Jadi satu orang kadang memiliki beberapa jenis inkan, untuk berbagai keperluan.



14. Naik sepeda tidak boleh boncengan (kecuali memboncengkan anak-anak).
sepeda tidak boleh dipakai boncengan, kecuali yang memboncengkannya berusia lebih dari 16 tahun dan anak yang diboncengkan berusia kurang dari satu tahun dan hanya seorang saja yang diboncengkan. Bila dilanggar, dendanya maksimal 20 ribu yen.




sumber

Ikuti UNIK ASIIK di Facebook dan Twitternya disini
http://darmawanku.files.wordpress.com/2009/07/twitter-logo.png?w=121&h=35

Selasa, 19 Maret 2013

Ritual Kecantikan Menghitamkan Gusi Di Afrika



Apa yang Anda bayangkan bila mendengar gusi warna hitam? Mungkin Anda berpikir bahwa orang yang memilikinya adalah orang yang jarang merawat gigi atau sering merokok. Namun tahukah Anda bahwa gusi menghitam adalah bentuk kecantikan di Afrika?

Tradisi ini dinamakan menato gusi. Bila orang kebanyakan rela bersakit-sakit untuk menato kulit yang masih cukup kuat menahan panas, bisakah Anda membayangkan sakitnya gusi yang sensitif harus ditato? Well, namun kebiasaan ini merupakan hal yang menunjukkan kecantikan wanita di Afrika.

Prosedur penatoan menggunakan campuran minyak panas, shea butter dan bubuk hitam. Penato tidak akan menggambar gusi seperti kebanyakan tato, melainkan hanya mengoleskannya pada seluruh gusi. Namun hal ini menjadi ritual yang menyakitkan karena harus dilakukan hingga 7 kali untuk bisa mendapatkan hasil yang sempurna.

Mungkin bagi kita, menghitamkan gusi seperti itu malah akan memberikan kesan kurang bersih. Namun anggapan di sana berbeda. Wanita di daerah Thies, Senegal meyakini bahwa dengan gusi hitam, senyum mereka akan nampak lebih indah, bahkan dapat menghilangkan bau mulut dan baik untuk gigi.

Kecantikan pada setiap negara memang relatif. Sebagaimana tidak semua orang menganggap langsing itu cantik, maka orang Afrika tak menganggap hitam itu jelek. Bagaimana menurut Anda? Atau ada yang berminat mencobanya, Ladies?

Ikuti UNIK ASIIK di Facebook dan Twitternya disini
http://darmawanku.files.wordpress.com/2009/07/twitter-logo.png?w=121&h=35